Selasa, 24 Mei 2011
Minggu, 22 Mei 2011
PELATIHAN DSS DI BAPELKES SALAMAN
Materi Pembelajaran Pelatihan DSS tanggal 23 Mei s/d 28 Mei 2011
Materi Dasar Internet>
Download Materi DSS
Download Materi (Email dan Blog)
tutorial
EC
Materi Dasar Internet>
Download Materi DSS
Download Materi (Email dan Blog)
tutorial
EC
SEJARAH BAPELKES SALAMAN
| Bapelkes Salaman |
Pada masa perang kemerdekaan dimana Pemerintahan Pusat Republik Indonesia berada di Yogyakarta, Kementrian Kesehatan didalam struktur organisasinya mempunyai bagian yang bernama Usaha Hygiene dan Pendidikan Kesehatan Rakyat. Bagian tersebut berlokasi di kota Magelang propinsi Jawa Tengah Pada masa itu sampai tahun 1951 pimpinanya di jabat oleh dr. R . Muchtar , kemudian antara tahun 1951 sampai tahun 1953 bagian ini di pimpin oleh dr . Much Sutjipto. Adapun kegiatan utamanyya pada waktu itu ialah mendidik calon-calon pendidik Hygene Dan juga mengadakan latihan / kursus Statistik bagi tenaga - tenaga kesehatan yang siswanya datang dari beberapa daerah , bahkan dari luar Jawa. Untuk dapat melaksanakan fungsinya dengan baik yaitu sebagai suatu unit pendidikan , tentu saja di perlukan tempat tinggal yang berupa asrama bagi para siswanya dan tempat untuk kegitan administrasi yang berupa kantor bagi karyawan-karyawanya. Namun oleh karena keadaan situasi pada waktu itu belum memungkinkan bagian usaha Hygiene dan Pendidikan Kesehatan Rakyat mempunyai gedung sendiri , maka untuk sementara menumpang di rumah sakit Jiwa Kramat Magelang . Perkembangan selanjutnya Sekolah Pendidikan Hygiene ini dirubah menjadi Sekolah Pengamat Kesehatan A/B (Hygiene) .Keadaan ini berjalan hingga tahun 1961 . Pada tanggal 1 juni 1963 Sekolah Pengamat Kesehatan A/B pindah ke Kecamatan Salaman walaupun kantornya kecil dan sederhana namun di tanah yang luasnya 16.000 M2 sehingga dapat menjamin untuk perkembangan selanjutnya . Kota Salaman ini merupakan Ibukota Kawedanan , letaknya setrategis , dekat dengan daerah pariwisata Candi Borobudur dan hanya berjarak 42 Km dari Yogyakarta dengan Adi sucipto sebagai Bandar udaranya . Demikian juga lokasi gedung Sekolah dan Kantor Pengamat Kesehatan ini terletak di tepi jalan raya yang meng hubungkan Ibu kota Provinsi Jawa Tengah ( Semarang ) yang terletak di tepi pantai laut Jawa dengan kota Cilacap yang terletak di tepi pantai Samudra Hindia (Indonesia) demikian juga dari lokasi itu ( kota Salaman ) , kota wonosobo yang mempunyai daerah Plateau Dieng dapat dicapai dengan mudah . Perkembangan yang sangat berarti dalam sejarah perkembangan BLKM Salaman adalah sejak adanya proyek Departemen Kesehatan untuk membentuk Daerah Latihan dan Percontohan Kesehatan Masyarakat ( DLPKM) di tiap- tiap Provinsi . Dalam pelaksanaannya untuk Jawa Tengah DLPKM ini dikembangkan dari Sekolah Pemgamat Kesehatan A/B yang ada di Salaman,sehingga terhitung mulai tanggal 1- Juni-1964 bedirilah proyek DPLKM Salaman-Magelang untuk propinsi Jawa-Tengah. Adapun fungsi DPLKM ini ialah menjadi Pusat Latihan bagi semua tenaga kesehatan yang telah bekerja dan yang akan bekerja, demikian juga melatih siswa-siswi dari Lembaga Pendidikan / Sekolah tenaga-tenaga kesehatan. Latihan-latihan ini meliputi penyelengaraan dan pelaksanaan program kesehatan terutama di desa-desa dan arahnya dititik beratkan atas dasar : 1. Ikut sertanya masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan usaha-usaha kesehatan. 2. Integrasi usaha-usaha kesehatan dengan pengertian bahwa program kesehatan dilihat dari sebagai keseluruhan prioritas,penyelenggaraan usaha didasarkan atas kebutuhan masyarakat setempat dan masing-masing tenaga kesehatan memberikan sumbangan menurut kemampuannya mengatasi masalah yang waktu itu dihadapi. 3. Team approach, artinya staf kesehatan bekerja sebagai satu regu dan selalu bersama memecahkan masalah-masalah yang dihadapi . 4. Kerjasama dengan petugas - petugas dari semua jawatan setempat . Kemudian dengan adanya konsep pengembangan Strengthening of National Health Services yang menjadi landasan dari Rakerkesnas pada tahun 1969 , maka di cetuskan perlu adanya pelayanan kesehatan yang terintegrasi dan menyeluruh ( Integrated Health Services and Comprehensive Health Care ) melalui Kesehatan Masyarakat . Atas dasar konsep tersebut di atas , DLPKM yang sudah berpengalaman di dalam pelayanan integrasi dan menyeluruh didaerah Salaman diberikan tambahan tugas pokok dimana selain melatih tenaga-tenaga kesehatan juga memberikan pelayanan kesehatan dan percontohan seperti yang di laksanakan di Pusat Kesehatan Masyarakat . Langkah - langkah utama yang di laksanakan DLPKM untuk berfungsi sebagai Pusat Kesehatan Masyarakat adalah mengintegrasikan semua unit-unit pelayanan kesehatan yang ada di ex Kawedanan Salaman dalam Pusat-pusat kesehatan Masyarakat . Adapun unit-unit yang di integrasikan yersebut ialah : Rumah Sakit Pembantu Salaman dan Balai Pengobatan (Milik Pemerintah Daerah ) dan unit Kesehatan Propinsi yaitu unit Pemberantasan Penyakit Malaria ( UPM ) demikian juga unit Kesehatan Ibu dan Anak milik Departemen Kesehatan . Didalam mewujudkan pelaksanaan integrasi tersebut maka di wilayah ex Kawedanan Salaman didirikan Puskesmas Tipe A (Pembina ) di Kecamatan Salaman , kemudian puskesmas Tipe B di 3 (tiga) Kecamatan yaitu Kecamatan Borobudur, Kecamatan Kajoran dan Kecamatan Tempuran serta beberapa Puskesmas Tipe C di beberapa desa . Baik Puskesmas Tipe A maupun Tipe B dan Tipe C melaksanakan kegiatan sesuai dengan petunjuk-petunjuk hasil Rapat Kerja Kesehatan Nasional tahun 1969 . Didalam penyelenggaraan latihan dan pelayanan kesehatan masyarakat,agar tidak terjadi jesimpang-siuran dengan Dinas Kesehatan Rakyat Kabupaten Magelang, maka oleh Bupati Magelang dikeluarkan Surat Keputusan untuk pengaturannya dimana didalam SK Bupati tertanggal, 6 Mei 1968 yang mengandung 13 ketentuan-ketentuan diantaranya dinyatakan sebagai berikut: -Bahwa DLPKM adalah suatu proyek kesehatan masyarakat dari Departemen Kesehatan untuk daerah propinsi Jawa Tengah yang mempergunakan daerah ex Kawedanan Salaman sebagai daerah kerjanya. - Pemimpin DPLKM mendapat kuasa penuh dari Kepala Dinas Kesehatan Rakyat Kabupaten Magelang untuk memimpin serta bertanggung-jawat penuh segala sesuatu mengenai kesehatan masyarakat ( termasuk Rumah Sakit Pembantu ) di daerah ex Kawedanan Salaman, dan bertanggung-jawab kepada Kepala Dinas Kesehatan Rakyat. - Dalam latihan dan pendidikan,DLPKM dengan pimpinannya langsung ada dibawah pengawasan Inspektur Kepala Dinas Kesehatan Rakyat Propinsi Jawa-Tengah. - Surat Keputusan tersebut diatas ditanda tangani selain oleh Bupati Kepala Daerah yaitu Drs.Achmad, juga oleh dr. Suhardi Prajogo sebagai Kepala Dinas Kesehatan Rakyat Kabupaten Magelang, dan dr. Surjadi Hadiprojo sebagai pemimpin DLPKM. - Dalam perkembangannya antara kurun waktu tahun 1968-1971 telah terjadi perkembangan-perkembangan dimana DLPKM Salaman dengan pimpinan dr. Widjojo Tedjosaputro mempunyai 2 (dua) fungsi yaitu fungsi sebagai Pusat Latihan dalam bidang kesehatan masyarakat,dan fungsi yang lain bahwa DLPKM menjadi Puskesmas Tipe A (Pembina). Dalam bidang kegiatan Puskesmas Tipe A perlu dicatat adalah keberhasilannya,ialah: - Adanya usaha KIA, Usaha Kesehatan Sekolah, Pos-pos Kesehatan Desa, Mobile Team untuk dapat menjangkau desa-desa yang terperincil, serta pengembangan Rumah Sakit Pembantu Salaman dengan usaha rawat jalan dan rawat tinggal yang memadai . Dan juga kegiatan yang lain yang perlu dikemukakan adanya usaha percontohan dalam bidang Hygiene dan Sanitasi disamping usaha-usaha pokok yang lain ialah Pemberantasan Penyakit Malaria dan Sistem pencatatan dan Pelaporan Kelahiran dean Kematian oleh Petugas -Petugas Puskesmas . Dalam bidang Pendidikan dan Latihan pada kurun waktu tersebut diatas kegiatanya antara lain : - Latihan bagi Mahasiswa Kedoktereaan UNDIP Semarang yang makin luas dengan telah dikembangkanya dari latihan dalam bidang Hygiene dan Sanitasi serta KIA menjadi latihan untuk kegiatan - kegiatan Puskesmas secara integrasi dan komprehensif . - Latihan dalam bidang Puskesmas bagi seluruh siswa Bidan,Perawat,Sanitarian dan semua siswa paramedis dari sekolah - sekolah yang brada di Jawa tengah . Usaha Latihan siswa ini didukung oleh Surat Perintah Inspektur Kesehatan Rakyat Jawa-Tengah yang mewajibkan semua siswa paramedic sebelum lulus harus mengikuti latihan kesehatan masyarakat di DLPKM Salaman . - Latihan-latihan bagi petugas-petugas kesehatan yang sudah bekerja di seluruh Jawa-Tengah terutama Staf Puskesmas-Puskesmas dengan pembiyaan baik dari Daerah Propinsi maupun Daerah tingkat Kabupaten ( Kabupaten Magelang ). Dalam rangka pembangunan fisik maka di komplek DLPKM didirikan beberapa Asrama oleh Departemen Kesehatan untuk para siswa,hingga mereka itu tidak lagi dititipkan dirumah-rumah penduduk sedangkan dari Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Tengah telah dibagunkan perumahan bagi pemimpin dan staf DLPKM serta bantuan alat-alat pengajaran yang penting. Kecenderungan kearah surutnya proyek DLPKM dari Departemen Kesehatan telah terjadi ketika adanya keputusan bahwa DLPKM sudah tidak ditangani lagi oleh Departemen Kesehatan dan diserahkan sepenuhnya kepada Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah. Atas dasar kebijaksanaan tersebut diatas, maka InspekturKesehatan Propinsi Jawa Tengah dengan Surat Keputusan tertanggal 23 September 1971 tertanda dr. R.Brotoseno menyatakan bahwa DLPKM dirubah namanya menjadi Pusat Latihan Kesehatan Masyarakat ( PLKM ) Jawa Tengah di Salaman terhitung mulai tanggal 1 Januari 1971. Didalam Surat Keputusan tersebut dinyatakan diantaranya bahwa perubahan itu tidak merubah status dan fungsi dari PLKM. Didalam pelaksanaan keputusan tersebut memang mula-mula fungsi pelayanan kesehatan masyarakat dan latihan-latihan bagi tenaga kesehatan tidak berkurang, hanya bahwa didalam penganggaran rutin PLKM mengalami kesulitan yang gawat oleh karena baik Departemen Kesehatan maupun daerah Propinsi Jawa Tengah semuanya merasa tidak memiliki Unit PLKM tersebut, akhirnya keadaan ini diperberat lebih parah lagi disebabkan adanya Keputusan Pemeritah Daerah Propinsi Jawa Tengah / Kepala Dinas Kesehatan Tingkat I untuk membangun Pusat Latihan tenaga-tenaga Kesehatan sendiri di Sewakul-Ungaran.Hal ini mengakibatkan sebagian besar latihan-latihan dengan biaya Pemerintah Daerah dilaksanakan sendiri di Pusat Latihan Ungaran, bahkan selanjutnya sebagian besar siswa-siswa paramedic ditarik untuk dilatih di Ungaran juga. Dasar pengambil-alihan ini ialah bahwa latihan-latihan dengan biaya Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Tengah ( DIP Daerah ) diharuskan pelaksanaanya oleh Pusat sehingga hanya melaksanakan latihan-latihan dari biaya DIP Pusat. Namun kenyataannya latihan-latihan dengan DIP Pusat dilaksanakan sendiri juga oleh unit-unit kesehatan sendiri seperti unit P 3 M dan unit Sanitasi. Dalam situasi dimana latihan-latihan sangat langka dilaksanakan di PLKM Salaman, maka Pimpinan PLKM beserta stafnya banyak mengarahkan kegiatannya dalam bidang pelayanan kesehatan masyarakat melalui Puskesmas Salaman yang dampaknya disamping memperbaiki status kesehatan masyarakat di daerah ex Kawedanan Salaman juga oleh Departemen Kesehatan telah dipilihnya Puskesmas Salaman ( di bawah pimpinan dr. Winarno Djojoprajitno yang juga merangkap sebagai Pimpinan PLKM ) menjadi Puskesmas terbaik untuk Jawa Tengah tahun 1974 . Demikian juga dari hasil penelitian / survey dan pelayanan kesehatan masyarakat di daerah ex Kawedanan Salaman oleh PLKM telah di manfaatkan untuk mengembangkan dan mendukung perbaikan dan pembaharuan latihan - latihan yang di selenggarakan di PLKM Salaman , baik untuk kurikulum Latihan tenaga - tenaga Puskesmas , diantaranya yang paling menonjol adalah kurikulum latihan Manajemen Puskesmas dan pelayanan Keluarga Berencana melalui Puskesmas . Adapun adanya kegiatan latihan - latihan dan pelayanan Keluarga Berencana dari PLKM ,hal ini dimungkinkan karena atas kebijaksanaan dr .R.A. Sumiani sebagai Ketua BKKBN Propinsi Jawa Tengah telah mengembangkan bahwa PLKM Salaman menjadi Pusat Latihan dari BKKBN Jawa Tengah yaitu sebagai Provincial Training Centre dengan field practice area ex Kawedanan Salaman . Selanjutnya agar PLKM Salaman betul - betul mampu melaksanakan latihan - latihan dan pelayanan Keluarga Berencana dengan baik maka BKKBN Jawa Tengah telah memberikan kesempatan kepada dr . Winarno Djojoprajitno ; untuk mengikuti Short Trainig baik di Thailand maupun di India dalam bidang Administratve dan Trainig bidang Keluarga Berencana . Sedangkan para staf PLKM diberi kesempatan mengikuti latihan-latihan selama 3 (tiga) bulan di Pusat Latihan Keluarga Berencana PKBI di Jakarta . Hasil pembinaan BKKBN Jawa Tengah pada PLKM Salaman di antaranya adalah : - Didalam pelayanan Keluarga Berencana dimana kemampuan memberi pelayanan medis untuk kontrasepsi IUD adalah yang pertamakali untuk kawasan di Kabupaten Magelang sehingga jumlah akseptor IUD di daerah ex Kaeadanan Salaman cukup tinggi . - Adanya pelayanan yang sudah terintegrasi antara KB Kesehatan melalui Puskesmas Salaman beserta peran serta masyarakat . - Adanya beberapa peneltian alat kontasepsi Depo Provera di daerah ex Kawedanan Salaman . - Didalam bidang latihan-latihan KB, PLKM Salaman melatih dokter-dokter pimpinan klinik KB, Bidan dan Pembantu Bidan Keluarga Berencana, Pimpinan Kelompok PLKB dan latihan Pelatih PLKB Serta beberapa penyelenggaraan Rapat Kerja baik di tingkat Kabupaten, Propinsi maupun Regional . Selaras dengan perkembangan organisasi BKKBN mempunyai unit- unit latihan sendiri, maka sejak tahun 1976 latihan untuk tenaga-tenaga Keluarga Berencana tidak lagi di latih di PLKM Salaman tetapi di Balai Penataran milik BKKBN sendiri, sehingga selama 2 (dua) tahun PLKM hanya melatih siswa paramedic dan mahasiswa kedokteran dan hanya kadang-kadang saja ada beberapa latihan untuk tenaga Puskesmas . memang sudah sejak tahun 1971 s/d 1978 sama sekali tidak ada, akibatnya PLKM didalam kegiatan rutinnya pembiyayaannya selama itu harus berdikari . Adapun gaji pegawainnya di peroleh darimasing-masing unit dimana staf PLKM itu berasal Status yang terombang - ambing ini akhirnya sirna setelah keluar Surat Keputusan Mentri Kesehatan Nomor:150/Menkes/1V/1978 yang menyatakan bahwa PLKM diubah menjadi Balai Latihan Kesehatan Msyarakat ( B L K M ) dengan status merupakan Unit Pelaksana Pusdiklat Departemen Kesehatan RI dengan tugas menyelenggarakan latihan tenaga Kesehatan dari bidang pelayanan kesehatan yang telah di tentukan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan . Adapun fungsi BLKM dinyatakan sebagai berikut : a . Melaksanakan progam latihan tenaga kesehatan masyarakat . b . Pengamanan teknis latihan tenaga kesehatan masyarakat . Atas dasar Surat Keputusan Mentri Kesehatan tersebut maka BLKM Salaman makin tumbuh dan semakin diakui kemampuannya oleh unit-unit kesehatan Pusat dalam lingkungan Departemen Kesehatan maupun dari Kantor Wilayah Departemen Kesehatan / Dinas Kesehatan bahwa pelaksanaan penyelenggaraan latihan di BLKM Salaman betul-betul mempunyai bobot dan berdampak yang positif terhadap pengembangan baik ketrampilan teknis maupun administrasi bagi tenaga-tenaga kesehatan sebagai pengembangan program . Dalam konsep pengembangan selanjutnya BLKM Salaman akan di kembangkan oleh Departemen Kesehatan Sebagai BLKM Nasional dengan fungsi disamping melatih tenaga-tenaga Kesehatan juga berfungsi sebagai pusat Informasi serta berfungsi membantu pengembangan karier tenaga kesehatan dengan cara Talent Scouting. Dengan demikian BLKM Salaman sebagai BLKM Nasional disamping menjadi Unit Pelaksana Teknis Pusdiklat yang terpercaya juga dapat membantu Pusdiklat didalam membina BLKM tingkat Regional maupun local yang ada di daerah - daerah lain .- Dengan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No 911/Menkes/SK/X/1993 tentang organisasi dan tata kerja Balai Pelatihan Kesehatan , maka BLKM Berubah fungsi menjadi BAPELKES Balai Pelatihan Kesehatan yang terdiri atas Kepala Bapelkes Salaman dan Kasubag Tata Usaha, Seksi Bina Program dan seksi tata Program serta kelompok fungsional Widya Iswara. Mulai tanggal 22 Oktober 2008, Dengan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No 972/Menkes/PER/X/2008 tentang organisasi dan tata kerja Balai Pelatihan Kesehatan Salaman dan balai Pelatihan Kesehatan Lemah Abang, maka struktur organisasi terdiri atas Kepala Bapelkes Salaman dan Kasubag Tata Usaha, Seksi Pengkajian dan Pengembangan, Seksi Pengendalian Mutu, Seksi Penyelenggaraan Pendidikan dan pelatihan serta Instalasi serta kelompok Jabatan fungsional Widya Iswara. Fasilitas: 1 Visual Projector (LCD) / in focus 2 Camera Tustel 3 Handycame 4 Slide Projector (OHP) 5 Laboratorium Kompurter 6 Laboratorium Bahasa 7 Panthom Partus 8 Panthom KB 9 Panthom Bayi 10 Sound system 11 Laser Disc 12 Wireless 13 Megaphone 14 Microphone table stand 15 Microphone 16 Mimbar Podium 17 Lonceng/genta 18 Wireless microphone 19 Microphone Boom Stam 20 Camera Electronic 21 Slide Projector 22 Layar film projector 23 Sterilisator 24 Stetoskoop 25 Tensimeter mercury 26 Tensimeter pegas 27 Vasectomy Jid vic ing clam 28 Extractor IUD 29 Speculum model kit 30 Service model kit 31 White board Kegiatan Unggulan Bapelkes Salaman 1.Primary Health Care (PHC) Sejak tahun 2000, Bapelkes Salaman telah melakukan pembinaan terhadap 24 desa di lingkungan Kabupaten Magelang, untuk mewujudkan Visi Indonesia Sehat 2010, yaitu masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat. PHC yang dikembangkan meliputi 8 elemen dasar, yaitu pendidikan kesehatan, gizi, kesehatan lingkungan, kesehatan ibu dan anak, imunisasi, pemberantasan penyakit menular, pelatihan penanganan gawat darurat, dan pemanfaatan tanaman obat. Pembinaan dilakukan dengan melakukan pelatihan terhadap kader-kader PHC, yang bersumber dari pemberdayaan masyarakat. 2.Praktek Belajar Lapangan: a.Kebidanan Komunitas b.Kedokteran Komunitas Telah dilakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Kerjasama antara Bapelkes Salaman dengan Universitas Diponegoro Semarang pada tahun 2003, dan dengan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang pada tahun 2003. c.Keperawatan Komunitas 3.Pelatihan Kinerja Puskesmas Hingga saat ini, Bapelkes Salaman telah bekerja sama dengan beberapa daerah, untuk dipercaya sebagai penyelenggara Pelatihan Kinerja Puskesmas, antara lain dengan Dinas Kesehatan Boyolali (2000-2005), Dinas Kesehatan Kota Pekalongan (2000), Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dan Regional Propinsi (Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten). 4.Pelatihan Building Learning Organization Pada tahun 2004, telah dilakukan kerja sama dengan Pemkot Kota Semarang untuk melakukan Pelatihan Building Learning Organization (BLO), untuk berbagai instansi di lingkungan Pemkot Kota Semarang. 5.Pelatihan Team Building Hingga saat ini, telah dilakukan kerjasama dengan berbagai daerah untuk melakukan Pelatihan Team Building, antara lain daerah Sukoharjo, Pati, Rembang, dan RS Dr. Karyadi. |
Langganan:
Komentar (Atom)